“Namun, instrumen yang mulia ini tentu memiliki kaidah-kaidah yang ketat, menuntut integritas metodologis dan kejujuran analisis, sehingga survei tidak bablas menjadi senjata opini yang menyesatkan,”katanya
Menurut idrus, ketika angka bersebrangan dengan nalar dan fakta adalah hal yg misterius. Angka di Atas Nalar dan bertentangan dengan fakta, adalah Sebuah Kesesatan Rasionalitas.
Idrus menilai, penilaian terhadap kinerja Bahlil seharusnya tidak hanya didasarkan pada persepsi, tetapi juga mempertimbangkan kebijakan, pelaksanaan program, capaian, serta tantangan yang dihadapi sektor energi nasional.
Ia mengatakan, masyarakat bukan hanya menyaksikan kebijakan yang dijalankan Bahlil, melainkan juga merasakan hasil dari berbagai program dan langkah yang dilakukan Kementerian ESDM.
“Publik bukan hanya menyaksikan gebrakan, kebijakan, dan eksekusi program yang dilakukan Bahlil, tetapi juga merasakan hasilnya. Karena itu, penilaian harus melihat apa yang dikerjakan, bagaimana pelaksanaannya, dan apa dampaknya bagi masyarakat,” kata Idrus.















