Ia menegaskan, Brimob memiliki peran vital dan strategis sebagai pasukan yang berada di garis depan ketika terjadi eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Peran tersebut semakin penting, khususnya di Kota Makassar yang memiliki dinamika keamanan cukup tinggi.
Karena itu, ia meminta seluruh personel memahami perkembangan strategis, baik di tingkat regional maupun global, yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan di wilayah Sulawesi Selatan.
“Keterampilan dan kemampuan yang sudah dimiliki personel Satbrimob Polda Sulsel harus terus dipelihara dan diasah. Jangan sampai kemampuan tempur, penanggulangan huru-hara (PHH), dan pencarian serta pertolongan atau search and rescue (SAR) yang selama ini dilatih justru menurun. Latihan harus rutin dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya, kesiapan personel tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan fisik. Dukungan informasi yang cepat dan akurat juga menjadi faktor penting agar setiap langkah penanganan gangguan keamanan dapat dilakukan secara tepat sasaran.















