Dengan jalankan Arahan Kapolri, Mengawal Humanis, Bukan Membatasi menegaskan, seluruh pola pengamanan unjuk rasa di lapangan dilaksanakan secara ketat mengikuti instruksi Kapolri.
Pendekatan yang diusung mengedepankan pola persuasif, humanis, serta berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
Petugas kepolisian diinstruksikan untuk memosisikan diri sebagai pengawal hak demokrasi warga, bukan sebagai pihak yang berseberangan.
“Polri harus menjadi sahabat masyarakat, Dengan kedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan melayani. Aspirasi di kawal dan di jaga, bukan membatasi, karena polisi adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat,” tegasnya.
Filosofi “Polisi Bersama Masyarakat” Jaga Kedamaian Sulsel
Lebih jauh, puput menjelaskan bahwa kunci utama terciptanya kondusivitas di Sulawesi Selatan adalah terbukanya ruang komunikasi dan koordinasi lintas sektor sebelum, saat, dan sesudah aksi unjuk rasa berlangsung.
Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga organisasi kemahasiswaan yang duduk bersama menjadi benteng utama penangkal gesekan di jalanan.















