BANYUWANGI, – || Jurnaltivi.com || Orang Mandar awalnya mendiami pesisir Ulupampang, yang sekarang bernama Muncar, bersama berbagai komunitas pendatang lainnya seperti Bugis, Melayu, Tionghoa, dan Arab.
Dilansir dari faktanews.co.id, Mereka memainkan peranan penting dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan.
Bahkan terlibat dalam perlawanan Blambangan melawan Belanda. Wijkenstelsel, kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang mengharuskan permukiman dipisah berdasarkan etnis, membuat mereka harus pindah.
Menurut Lisa Dwi Wulandari dan Chairul Maulidi dalam Topologi Lanskap Pesisir Nusantara: Pesisir Jawa, karena bermata pencaharian sebagai nelayan, orang-orang Mandar pindah ke pesisir Boom dan membentuk Kampung Mandar yang sekarang.
Di Kampung Mandar, mereka membangun rumah panggung sebagaimana rumah orang Mandar di kampung halaman mereka di Sulawesi. Tiang-tiang yang menyangga rumah panggung berfungsi untuk menghindari banjir ketika air laut sedang pasang.
Dalam perkembangannya, ketika tanggul-tanggul penahan air laut dibangun, kolong-kolong rumah panggung ditutup. Dinding bata dibangun di bagian bawah dan menyatu dengan bangunan kayu di atasnya.















