Edukasi

YKPM-KAPAL Perempuan Konsisten Bangun Pemberdayaan Perempuan di Mamuju

1074
×

YKPM-KAPAL Perempuan Konsisten Bangun Pemberdayaan Perempuan di Mamuju

Sebarkan artikel ini

Mamuju-Jurnaltivi.com-Yayasan Kajian Pemberdayan Masyarakat Sulawesi Selalatan ( YKPM Sulsel) bersama KAPAL Perempuan kembali terbentuk Sekolah Perempuan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), kini terbentuk di Desa Toabo.

“Program ini berjalan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya perempuan terkait pemenuhan hak-hak mereka. Soal mencegah resiko kekerasan perempuan dan anak,” ungkap Staf Lapangan YKPM Nur Aisyahkata Indri kepada wartawan Selasa (20/8/2024).

Saat ini Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat Sulawesi Selatan (YKPM) bersama KAPAL Perempuan berfokus menjalankan progam INKLUSI di tiga desa dengan 6 Isu Prioritas.
1. Identitas Hukum
2 . Jaminan Sosial
3. Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan
4. Penghapusan Perkawinan Anak
5. Partisipasi Perempuan dalam Pengambilan Keputusan
6. Pemulihan Ekonomi Perempuan

Progam yang dijalankan itu terus berkomitmen untuk memberikan pemberdayaan bagi perempuann desa lewat pendidikan Sekolah Perempuan dengan memberikan pemahaman informasi terkait hak-hak kesetaraan, pendidikan advokasi dan pendidikan politik perempuan.

Nur Aisyah, mengatakan, awalnya Desa Toabo merupakan desa rintisan namun sekarang sudah resmi terbentuk menjadi desa pilloting untuk program INKLUSI tersebut.

Nur Aisyah menyebutkan, di Desa Toabo ada 30 anggota dari kalangan perempuan atau ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Sekolah Perempuan program INKLUSI tentang kesetaraan dan hak-hak perempuan.

Lanjut Nur Aisyah menuturkan, isu kekerasan perempuan dan anak dan perkawinan anak menjadi tugas penting bagi anggota Sekolah Perempuan Mamuju untuk dilakukan pencegahan dengan cara sosialisasi.

Partisipasi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat menjadi sangat penting seperti ikut dalam setiap pengambilan keputusan di pemerintahan desa.

“Kami memastikan ibu-ibu Sekolah Perempuan kami di desa itu terlibat aktif dalam partisipasi setiap adanya kegiatan Musrembang desa. Mereka wajib memberikan usulan terkait apa yang dibutuhkan,” bebernya.

Menurutnya, ruang perempuan dalam pengambilan keputusan di desa sangat jarang dilibatkan itupuan hanya pelengkap saja bahkan ada desa yang tidak perna melibatkan perempuan sehingga hal itu perlu didorong oleh kelompok Sekolah Perempuan Mamuju agar adanya kesetaraan dan pemenuhan hak-hak perempuan mulai dari tingkat Desa.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *