Mamuju-Jurnaltivi.com-Demo desak usir Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Bahariddin, saat pelantikan 45 anggota DPRD Sulbar, di Gedung DPRD Sulbar, puluhan anggota aliansi mahasiswa Sulbar, Kamis (26/9/2024), sambil membawa keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi di Sulbar.
“Bachtiar Baharuddin datang di Sulbar hanya berkedok birokrsi tapi dia merupakan pengusaha. Pj Gubernur menganggarkan untuk pengadaan bibit sukun dan pisang lalu dibelinya menggunakan anggaran APBD Sulbar,” ungkap Ahyar, dalam orasinya di gedung DPRD Sulbar.
Ahyar, menambahkan, unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Sulbar untuk mendesak DPRD Sulbar agar menggunakan hak isrimewanya, agar Bahtiar Baharuddin diusir di Provinsi yang Malaqbiq ini.
“Anggota dewan yang baru dilantik diharapkan bisa menemui massa aksi agar massa aksi bisa menyampai 12 tuntutan massa aksi,” ujar Ahyar.
Aksi unjuk rasa yang digelar ouluhannggota Aliansi Mahasiswa Sulbar rersebut semoat diwarnai dengan kericuhan. Massa aksi yang sudah lama berorasi namun tidak ada anggota dewan yang baru dilantik mau menemui.
Massa aksi yang kecewa akhirnya memaksa masuk ke dalam gedung DPRD Sulbar, puluhan petugas pengamanan menghadang massa aksi. Kedua kubu akhirnya terlibat aksi saling dorong, sehingga menimbulkan kericuhan.
Kericuhan baru mereda setelah massa aksi di isinkan masuk ke halaman gedung DPRD Sulbar untuk menunggu anggota dewan yang baru dilantik selesai menggelar rapat paripurna perdana.
Hingga berita ini diterbitkan massa aksi masih menunggu perwakilan anggota dewan yang baru dilantik menemui massa aksi.(m1)



















