“Dia hanya hadir di acar rapat penciutan lahan tambang milik PT Polemaju hanya sebatas mewakili pihak perusahaan yang tidak bisa hadir. Pihk perusahaan saat ini lagi ada di Polda Sulbar untuk urusan lain,” ujar Hasmar pada wartawan.
Keributan baru mereda setelah pihak Dinas PTSP dan pihak Dinas ESDM berjanji akan memanggil pihak PT Polemaju. Untuk meredam emosi warga pemilik lahan, pihak dinas juga terpaksa menelepon Direktur PT Polemaju yang berada di luar.
“Pihak Direktur PT Polemaju akan datang dalam waktu dekat ini. Dia akan datang setelah usai kegiatannya di luar,” ujar Ilham Kabid Tambang Dinas ESDM Sulbar.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya pihak Direktur PT Polemaju datang di kantor Dinas PTSP. Ralat penciutan lahan kembali dibuka. Kali ini rapat digelar di ruang Kadis PTSP Sulbar.
Dalam pertemuan tersebut warga pemilik lahan kembali mendesak semua pihak yang terlibat agar menciutkan lahan mereka yang dicaplok oleh perusahaan tambang.
Suasana kembali tegang, warga pemilik lahan menolak semua opsi yang ditawarkan oleh direktur PT Polemaju. Opsi untuk membebaskan lahan warga juga ditolak. Wrga ngotot untuk dilakukan penciutan lahan tambang yang telh meeugikan warga sejak 4 tahun lalu.
