Lebih lanjut, Barlianto menegaskan bahwa dalam politik modern, partai tidak cukup hanya dihiasi tokoh berpengaruh atau mantan pejabat. Yang dibutuhkan adalah figur yang aktif, mau bekerja keras, dan memiliki semangat melayani, bukan dilayani.
“Kami membutuhkan sosok yang benar-benar siap bekerja membesarkan partai. Politik hari ini menuntut tokoh yang aktif, bukan yang hanya duduk diam. Di era modern, tokoh yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu turun ke bawah, mendengar, dan melayani rakyat,” ungkap Barlianto.
Pernyataan ini sekaligus menjadi refleksi terhadap perubahan paradigma politik yang kini lebih menekankan kerja konkret dibanding sekadar simbol status atau masa lalu jabatan.
“Biasanya, mantan pejabat sudah terbiasa untuk dilayani, bukan untuk melayani. Sementara politik membutuhkan kerendahan hati dan kerja nyata,”jelasnya
Barlianto juga memastikan, struktur Partai Perindo di Sulawesi Selatan kini terus diperkuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Konsolidasi internal serta pembinaan kader menjadi agenda utama dalam menyiapkan partai menuju pemilu dan pilkada serentak berikutnya.
