Jakarta, Jurnaltivi.com – Sudah terlanjur akrab di telinga kita, bahwa menjadi akademisi itu tak bisa kaya, dan sebaliknya, kalau mau jadi pengusaha, tak bisa jadi profesor. Begitu juga dengan akademisi yang dianggap hanya kaya teori, tapi miskin eksekusi saat mendapat tugas di birokrasi.
Itulah mitos yang ternyata berhasil dipatahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Putra kelahiran Bugis-Makassar ini juga dianggap berhasil menggugurkan sejumlah mitos sosial, intelektual, dan birokratik yang selama ini telanjur dianggap sebagai kebenaran umum.
Mitos pertama, pengusaha sulit menjadi akademisi. Dalam banyak pandangan konvensional, pengusaha kerap dibayangkan sebagai manusia praktis, berorientasi laba, bergerak dalam kalkulasi pasar, dan jauh dari tradisi keilmuan yang sabar, metodologis, dan reflektif.
Tetapi, Amran membantah stereotip itu. Ia berhasil lulus jalur akademik secara lengkap di Universitas Hasanuddin, mulai sarjana pertanian, magister pertanian, hingga doktor ilmu pertanian. Bahkan, ia tercatat sebagai dosen ilmu pertanian di Universitas Hasanuddin.
