“Saat ini, Amran bukan sekadar pengusaha yang kemudian memperoleh gelar akademik. Ia adalah contoh bahwa dunia usaha dan dunia ilmu tidak harus dipertentangkan. Justru, dalam dirinya, keduanya bertemu.”ujar Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah.
Itulah sebabnya, rekam jejaknya dalam bidang pertanian tidak berhenti pada teori, tetapi masuk ke ranah aplikasi: teknologi, pestisida, pengendalian hama, paten, merek, izin produk, dan industrialisasi sektor pertanian.
Prestasi akademik lainnya, selain punya 6 paten/HAKI, Amran juga berhasil menulis 33 judul buku dan 23 jurnal. Termasuk, Amran mempunyai Indeks Scopus; 5
Mitos kedua, akademisi sulit menjadi kaya raya. Dalam kultur kita, akademisi sering diletakkan dalam citra asketik, yaitu, pintar, sederhana, tetapi jauh dari kemampuan membangun kekayaan. Seolah-olah ilmu dan kemakmuran adalah dua jalan yang saling berseberangan.
“Amran mematahkan mitos itu dengan cara yang elegan. ia menunjukkan bahwa ilmu, bila dipadukan dengan keberanian mengambil risiko, ketekunan, inovasi, dan etos kewirausahaan, justru dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi.”ungkapnya
