Nasional

Idrus Marham : NU Tidak Boleh Dijadikan “Zona Perebutan Kekuasaan”

725

Nama-nama besar yang menjadi pendiri dan duduk dalam kepengurusan PBNU, generasi pertama ini, sangat berjasa sebagai arsitek organisasi yang meletakkan NU menjadi rumah besar bagi kesejukan umat dan bangsa. Dari tangan merekalah NU diwariskan sebagai jam’iyyah yang teduh, teratur, kaya dengan keluasan pandangan dan berorientasi hanya pada satu hal kemaslahatan umat dan bangsa.

Warisan ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi standar etis yang seharusnya menjadi cermin bagi setiap dinamika yang muncul hari ini. Dan mendegradasi nilai-nilai keumatan dan kebangsaan yang menjadi ruh perjuangan as-sābiqūnal awwalūn dapat dikategorikan sebagai “dosa besar.”

Perbedaan pandangan dan pemikiran tentu kita pahami sebagai sebuah dinamika. Dan itu biasa saja. Namun andaikata yang terjadi adalah perbedaan kepentingan, maka ini lain lagi ceritanya.

NU bukanlah tempat yang boleh dikelola demi tarik-menarik kepentingan. Sekali lagi, sejak berdiri hingga hari ini, kepentingan NU hanya berpijak pada dua fondasi utama: umat dan bangsa.

Exit mobile version