Mamuju, Jurnaltivi.com-Ketua HIPERMAKES Cabang Mamuju, Irwan, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah daerah terkait mogok kerja petugas kebersihan yang dipicu oleh gaji yang tak kunjung dibayarkan.
Irwan mengaku heran dan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengelola sektor kebersihan. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kegagalan tata kelola yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
“Saya heran, bagaimana mungkin gaji petugas kebersihan bisa tidak terbayarkan, sementara pajak sampah tetap berjalan. Pajak tidak pernah mogok, tapi justru pekerjanya yang dibiarkan mogok karena haknya diabaikan,” tegas Irwan.
Ia juga menyoroti tanggung jawab DLHK Kabupaten Mamuju yang dinilai lalai menjaga keberlangsungan layanan kebersihan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, kata dia, maka yang terancam bukan hanya pelayanan publik, tetapi kesehatan lingkungan masyarakat secara luas.
“Kalau petugas kebersihan berhenti bekerja, lalu bagaimana nasib kesehatan lingkungan kita? Sampah menumpuk, penyakit mengintai. Ini bukan sekadar soal gaji, ini soal keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

















