“Jangan sampai polisi-polisi baik yang jumlahnya mayoritas ikut tercoreng akibat ulah segelintir oknum yang merusak institusi,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, HMI meminta Kapolda Sulbar segera melakukan pembenahan internal. Massa aksi menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota dalam praktik tambang ilegal, seperti tambang emas ilegal di Kalumpang dan tambang pasir di Sungai Lariang, serta dugaan keterlibatan dalam peredaran rokok ilegal, mafia BBM ilegal, hingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Menurut mereka, praktik-praktik tersebut menjadi faktor utama yang merusak citra dan integritas institusi kepolisian.
Sebagai solusi, HMI mendesak Kapolda Sulbar membentuk satuan tugas independen yang melibatkan pihak eksternal guna membersihkan oknum-oknum yang dapat merusak institusi Polri di wilayah Sulawesi barat. HMI bahkan menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam upaya tersebut.(m1)

















