BeritaNasionalPeristiwaSorotan

Festival Durian Enrekang Berujung Ricuh, Ribuan Pengunjung Kecewa Tak Kebagian Durian

955
×

Festival Durian Enrekang Berujung Ricuh, Ribuan Pengunjung Kecewa Tak Kebagian Durian

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Festival durian yang digelar Pemerintah Kabupaten Enrekang di Kebun Raya Massenrempulu, Selasa (30/6/2026) justru berakhir ricuh. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah mengeluh kehabisan durian setelah membayar tiket masuk Rp10 ribu.

Pantauan Jurnaltivi.com di lokasi, sejak pagi hari ribuan orang sudah memadati kawasan Kebun Raya Massenrempulu. Antusiasme tinggi dipicu ajakan panitia yang tersebar luas di media sosial.

Pengunjung tak hanya dari Kabupaten Enrekang, ada juga dari Makassar, Pangkep, Bone, Pinrang, Sidrap, Wajo, hingga Soppeng. Sebagian besar datang bersama keluarga untuk menikmati durian lokal Enrekang yang dipromosikan dalam acara itu.

Namun, jumlah pengunjung yang membludak tak sebanding dengan stok durian yang disiapkan. Akibatnya, ribuan pengunjung pulang dengan tangan hampa. Situasi semakin memanas ketika kericuhan pecah di area pembagian durian.

“Kenapa kasih masuk lagi orang kalau memang tidak ada mi durian? Seharusnya dari awal di depan pintu gerbang tidak terima mi orang masuk. Ehh orang masih banyak masuk, rugi mi orang. Jangan tiket saja di jual, durian saja tidak ada biar satu biji. Kurang ajar itu panitianya! Bukan uang karcis saja kita ke sini, perjalanan jauhnya itu. Panitianya kurang ajar sekali, kita di sini menunggu mereka sembunyi di dalam,” ujar Rezky, warga Rajang, Kabupaten Pinrang, dengan nada kesal.

Warga lain juga meluapkan kekecewaannya. “Weii… kenapa masih terima orang masuk? Kita datang ke sini bukan untuk jalan-jalan, mau jaki datang makan durian. Kalau memang sudah tidak ada mi durian, kasih kembali uangnya,” teriaknya.

Situasi sempat mereda setelah Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang, turun langsung menenangkan warga. Ia meminta para pengunjung yang merasa kecewa untuk mendatangi loket dengan membawa bukti karcis agar uang retribusi yang telah dibayarkan dapat dikembalikan.

Namun, kemarahan warga kembali memuncak saat mereka mendatangi loket pembayaran retribusi. Petugas loket dari Dinas Perhubungan justru memilih kabur, meskipun sebelumnya sejumlah warga sudah meminta uang.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan warga terpaksa pulang dengan kekecewaan tanpa bisa menikmati durian yang dijanjikan. “Lari kemana mi itu uang? Perlu itu aparat telusuri,” sesal salah satu pengunjung. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *