Aliansi Pemuda Peduli Keadilan Kecewa Kapolresta Mamuju Tidak Menemui Massa Aksi, Desak Transparansi Penegakan Hukum
Aksi tersebut diwarnai rasa kecewa dari massa aksi karena Kapolresta Mamuju tidak menemui para demonstran untuk berdialog secara langsung maupun memberikan penjelasan atas sejumlah tuntutan yang disampaikan. Menurut APPK, kehadiran pimpinan institusi kepolisian penting sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Dalam aksi tersebut, APPK menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu:
1. Mendesak Polresta Mamuju segera memberikan klarifikasi kepada publik terkait penanganan perkara dugaan tambang emas ilegal di Kecamatan Kalumpang, khususnya mengenai status salah satu tersangka yang dinilai masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
2. Mempertanyakan kinerja Polresta Mamuju dalam penanganan kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak selama kurun waktu 2025–2026. APPK meminta kepolisian menyampaikan perkembangan penanganan perkara-perkara tersebut secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.















