Sementara proses belajar mengajar di SMK 1 Pasangkayu juga terganggu dengan debu yang terbang masuk kedalam kelas, yang tak jarang membuat guru maupun siswa yang bersepatu hitam berubah jadi coklat karena tertutup tebalnya debu, ditambah peralatan sekolah seperti buku dan mobiler serta lantai tiap hari harus dibersihkan siswa akibat tebalnya debu yang menempel.
Selain itu, keluhan warga Desa Gunung Sari, Dusun Bangun Sari yang sudah puluhan tahun merasakan dan menghirup debu diwilayah tersebut telah berupaya dengan berbagai cara, baik di unggah ke medsos, mengadu ke pemerintah, maupun perusahan, namun lagi – lagi hanya menjadi angin lalu, bagai debu yang terbang hinggap dikaca mobil pejabat sekali kipas hilang.
Warga dan para pelajar berharap, pemerintah mempunyai keseriusan, dalam menjaga kesehatan masyarakatnya, sebab jika ini dibiarkan, lambat laun mereka bisa terkena ISPA yang bisa membahayakan nyawa anak bayi, maupun masyarakat luas.
Selain kepemerintah, warga juga mengharapkan adanya perhatian dari perusahan perkebunan kelapa sawit, agar melalui dana CSR bisa melakukan perbaikan jalan, ataupun menyiram jalan agar debu yang beterbangan kemana mana ini tak membuat mata perih, apalagi saat sedang berkendara roda dua dijalur itu.(Randi/JTV)















