BeritaKesehatanNasionalPendidikanPeristiwaSorotan

Berita Video : Jalan Berdebu Puluhan Tahun, Warga dan Pelajar : Kemana Kami Harus Mengadu..?

186
×

Berita Video : Jalan Berdebu Puluhan Tahun, Warga dan Pelajar : Kemana Kami Harus Mengadu..?

Sebarkan artikel ini

Pasangkayu, Jurnaltivi.com – Puluhan tahun dikeluhkan warga dan pelajar, jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah dengan Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, rusak dan berdebu hingga mengganggu proses belajar mengajar dan aktifitas masyarakat seolah diabaikan  pemerintah.

Padahal dalam setiap kesempatan warga maupun para tokoh masyarakat telah berkali – kali menyuarakan hal tersebut, baik langsung kepada pemerintah maupun dalam setiap pertemuan musrenbang, namu sayang, keluhan itu seolah dianggap bak angin lalu. Padahal debu diwilayah itu kondisinya sangat memprihatinkan dan dapat membuat warga terserang gangguan ISPA.

Parahnya lagi, mobil – mobil tengki pemuat minyak CPO dan buah kelapa sawit lalu lalang seolah tanpa henti, membuat debu beterbangan membumbung tinggi menutup awan hingga menghalangi pandangan mata, sayangnya peristiwa ini lagi – lagi seolah tak terlihat pemangku kebijakan, maupun perusahan perkebunan kelapa sawit.

Sementara proses belajar mengajar di SMK 1 Pasangkayu juga terganggu dengan debu yang terbang masuk kedalam kelas, yang tak jarang membuat guru maupun siswa yang bersepatu hitam berubah jadi coklat karena tertutup tebalnya debu, ditambah peralatan sekolah seperti buku dan mobiler serta lantai tiap hari harus dibersihkan siswa akibat tebalnya debu yang menempel.

Selain itu, keluhan warga Desa Gunung Sari, Dusun Bangun Sari yang sudah puluhan tahun merasakan dan menghirup debu diwilayah tersebut telah berupaya dengan berbagai cara, baik di unggah ke medsos, mengadu ke pemerintah, maupun perusahan, namun lagi – lagi hanya menjadi angin lalu, bagai debu yang terbang hinggap dikaca mobil pejabat sekali kipas hilang.

Warga dan para pelajar berharap, pemerintah mempunyai keseriusan, dalam menjaga kesehatan masyarakatnya, sebab jika ini dibiarkan, lambat laun mereka bisa terkena ISPA yang bisa membahayakan nyawa anak bayi, maupun masyarakat luas.

Selain kepemerintah, warga juga mengharapkan adanya perhatian dari perusahan perkebunan kelapa sawit, agar melalui dana CSR bisa melakukan perbaikan jalan, ataupun menyiram jalan agar debu yang beterbangan kemana mana ini tak membuat mata perih, apalagi saat sedang berkendara roda dua dijalur itu.(Randi/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *