“Perlu diingatkan bahwa Organisasi ini adalah Nahdlatul Ulama, bukan Nahdlatu As Siyasah,” ujar Idrus.
Bagi Idrus, posisi strategis tersebut menuntut NU untuk mampu menjaga akar tradisi sekaligus menghadirkan gagasan baru. Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, kata dia, harus tetap menjadi fondasi, sementara inovasi pemikiran diperlukan agar NU mampu menjawab kebutuhan zaman.
Dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum, Idrus berharap PBNU periode 2026–2031 mampu memperkuat konsolidasi organisasi, merawat tradisi keagamaan Ahlussunnah Wal-Jamaah sekaligus meningkatkan kontribusi NU dalam kehidupan bangsa dan menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks.















