Berita

RHIS Kembali Dibuka Pendaftaran Untuk Siswa Hafal Al Quran

34
×

RHIS Kembali Dibuka Pendaftaran Untuk Siswa Hafal Al Quran

Sebarkan artikel ini

Makassar, Jurnaltivi.com – Pendidikan anak tidak semestinya hanya berorientasi pada kesuksesan dunia, tetapi juga harus menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

Berangkat dari semangat tersebut, Ranu Harapan hadir membawa konsep pendidikan yang memadukan keduanya secara seimbang.

Di tengah kondisi ketika sebagian orang tua lebih fokus mengejar prestasi akademik dan kesuksesan dunia, pendidikan agama terkadang justru mendapat porsi yang lebih sedikit.

Anak-anak dapat menguasai berbagai pelajaran akademik, namun belum tentu memahami Al-Qur’an secara mendalam, salah satunya karena keterbatasan kemampuan berbahasa Arab.

Di sisi lain, terdapat pula orang tua yang memberikan fokus besar pada hafalan Al-Qur’an, namun belum optimal membekali anak dengan kemampuan akademik dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan modern.

Melihat dua kondisi tersebut, Pendiri Ranu Harapan Islamic School, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan pendidikan seharusnya mampu mengintegrasikan bekal agama dengan kompetensi akademik dan keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan.

“Yang ingin kami bangun di Ranu Harapan adalah pendidikan yang seimbang. Anak tidak hanya diarahkan untuk hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami Al-Qur’an, memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris, serta kuat dalam akademik. Jadi, mereka punya bekal agama sekaligus kompetensi untuk menghadapi masa depan, Selasa (1/9/2026)” ujar Muhammad Ramli Rahim.

Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan pemahaman, pembentukan karakter, serta penguasaan ilmu pengetahuan.

“Bagi kami, menjadi penghafal Al-Qur’an bukan berarti meninggalkan pelajaran umum. Justru kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, mampu berkomunikasi dengan baik, dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Konsep pendidikan yang ditawarkan Ranu Harapan tidak sekadar menargetkan anak menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami Al-Qur’an melalui penguasaan bahasa Arab, sekaligus memiliki keterampilan bahasa asing dan kemampuan akademik yang mumpuni.

Program pendidikan Ranu Harapan diarahkan untuk membentuk peserta didik yang hafal Al-Qur’an, cakap berbahasa Arab, mahir bercakap dalam bahasa Inggris, serta memiliki kemampuan dasar Matematika yang kuat.

Perpaduan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam satu bidang, tetapi memiliki fondasi agama sekaligus kompetensi untuk menghadapi masa depan.

Antusiasme masyarakat terhadap konsep pendidikan tersebut pun semakin besar. Hal ini terlihat dari banyaknya orang tua yang meminta agar pendaftaran Ranu Harapan Islamic School (RHIS) dan Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) segera dibuka.

Bagi orang tua yang ingin anak tetap mendapatkan pendampingan dan didikan keluarga tanpa sistem asrama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *