“Tindak lanjutnya, melalui kerjasama dengan Komdigi RI, kami membuka pelatihan digital dengan menyasar para pejabat, pegawai, hingga para ASN Pemprov. Dan ini terus kita dorong,” ujar Ridwan.
Olehnya, lanjut Ridwan, keberadaan AI dinilai tidak akan sepenuhnya menggantikan peran ASN. “Namun, AI tetap sulit menggantikan peran ASN yang membutuhkan pertimbangan hukum, termasuk dalam pengambilan keputusan publik,” tambahnya.
Menurut Ridwan, AI hendaknya dipandang sebagai alat bantu produktivitas. Untuk itu, atas hasii pengukuran digital ASN, ia mendorong perlunya peningkatan kemampuan ASN Sulbar pada aspek keamanan digital dan pemanfaatan AI
Bahkan penguatan literasi digital ini juga terus dilakukan dengan menyasar lapisan masyarakat, mulai dari UMKM, media, konten kreator, hingga masyarakat melalui program Sekolah Internet KIM. (**)















