Ia kemudian membedakan peran seseorang dalam kehidupan publik melalui pendekatan struktural dan fungsional.
Menurut Idrus, peran struktural dijalankan berdasarkan jabatan atau posisi seseorang. Sementara peran fungsional dapat dijalankan melalui konsep, gagasan, pemikiran, dan kapasitas yang dimiliki.
Karena itu, menurut dia, idealnya kedua pendekatan tersebut dapat berjalan bersamaan.
“Yang idealnya memang ada perspektif struktural fungsional, yaitu peran yang kita lakukan berdasarkan konsep sesuai dengan posisi dan kedudukan yang kita miliki,” ujarnya.
Kritik Harus Tetap Efektif
Idrus menilai persoalan yang sering terjadi dalam kehidupan publik adalah gagasan seseorang belum tentu mendapat perhatian ketika tidak memiliki posisi struktural.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki jabatan terkadang lebih mudah didengar meskipun belum tentu memiliki gagasan yang kuat.
“Betapapun cerdasnya orang kalau tidak punya jabatan itu belum tentu diikuti. Ada banyak orang yang sebenarnya tidak punya konsep tetapi karena punya jabatan itu pun dihormati,” katanya.















