Sarifudin menyesalkan sikap lambat dan tidak adanya respons transparan dari pihak Pertamina dalam menyikapi persoalan yang sangat krusial ini.
“Ini menyangkut isi perut dan mata pencaharian warga kami. Sudah tiga hari Solar kosong, tetapi pihak Pertamina justru terkesan diam dan tidak memberikan penjelasan maupun solusi konkret. Ke mana hak rakyat kecil, khususnya para nelayan, rental mobil, kendaraan tambang yang bergantung pada Solar bersubsidi?”tegas ketum ormas semut hitam indonesia Sarifudin alias Pupud,
Ia juga mendesak Pertamina dan dinas terkait untuk segera turun tangan memulihkan pasokan BBM serta melakukan evaluasi mendalam agar kelangkaan serupa tidak terus berulang.
“Kami dari Ormas Semut Hitam meminta Pertamina segera mengurai sumbatan pasokan ini dan memberikan prioritas distribusi bagi nelayan Bulukumba. Jangan sampai rakyat dikorbankan hanya karena tata kelola distribusi yang buruk,” tambahnya.
Masyarakat nelayan, mobil ekspedisi, monil tambang dan rental dan Ormas Semut Hitam berharap pemerintah daerah bersikap tegas untuk memediasi masalah ini ke pihak Pertamina pusat agar aktivitas perekonomian di Bulukumba bisa kembali berjalan normal.















