Kamrussamad meminta pemerintah mengevaluasi pelayanan publik, khususnya pasokan listrik dan BBM, agar tidak menghambat aktivitas ekonomi daerah.
Menanggapi dinamika tersebut, Idrus menilai keluarga besar koalisi Merah Putih harus mampu merawat ruang koreksi tanpa kehilangan semangat kebersamaan. Hal itu hanya bisa terwujud, bila kritikan itu dilakukan dengan niat yg tulus, komitmen kebangsaan yang kuat, obyektif, logik, faktual, komprehensif- holistik, terintegrasi, terkoordinasi, jujur dan berkeadilan.
“Kalau ada kritik di dalam, kita harus meyakini bahwa niatnya untuk bersama-sama membangun dan mendukung Prabowo agar sukses memimpin bangsa Periode pertama ini, dan Sukses Periode pertama menjadi ESKALATOR menuju Kepemimpinan Prabowo Peride ke dua (2029 – 2034).
Di sinilah relevansi dan Urgensinya KOALISI PERMANEN MERAH PUTIH, Pungkas Idrus mempertegas Inspirasi dan Inisiasi Bung Bahlil KETUM GOLKAR.
Bagi Idrus, ukuran soliditas koalisi bukanlah ketiadaan kritik, melainkan kemampuan seluruh anggotanya menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan demi keberhasilan pemerintahan.















