Lanjut Idrus sambil tertawa. maka hati2 mengktiti, apalagi kalo antar kita sudah saling tahu, kritik itu akan bisa mendegradasi eksistensi dan peran pengkritik itu sendiri,”sambil tertawa.
Pernyataan Idrus tidak berarti menolak evaluasi. Ia justru menekankan pentingnya keseimbangan antara mengoreksi pihak lain dan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Idrus menegaskan, dinamika kritik tersebut tidak akan menggoyahkan komitmen Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Prabowo.
Ia meminta seluruh kader Golkar menjadikan kritik sebagai pemacu untuk bekerja lebih proaktif, mengambil peran dalam pelaksanaan kebijakan, program dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda presiden, yang berorientasi kerakyatan yang diinspirasi oleh Ideologi dan Falsafah Pancasila..
“Apapun kritikannya, arahan Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Bung Bahlil, bahwa apapun tantangan, apapun kritikan, kita tidak akan goyah sedikit pun mendukung Pemerintahan Prabowo.
Bahkan harus memacu dan memicu kita untuk berbuat lebih proaktif memastikan Sukses Periode pertama sebagai Eskalator Sukses Kepemimpinan Peabowo Periode Ke Dua,”kata Idrus menirukan seruan KETUM GOLKAR Bung Bahlil.















