Peristiwa

Gegara Suami Terlibat Kecelakan di Jalan Raya IRT di Fitnah di Medsos

1330
×

Gegara Suami Terlibat Kecelakan di Jalan Raya IRT di Fitnah di Medsos

Sebarkan artikel ini

Mamuju-Jurnaltivi.com-Gegara suaminya terlibat kecelakaan di jalan raya seorang ibu rumah tangga (IRT) di Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar), di fitnah di Media Sosial (Medsos) oleh kerabat yang menjadi korban kecelakaan.

“Kerabat korban kecelakan membuat postingan hoax di sejumlah akun media sosial yang memojokan nama saya. Postingan tersebut tidak sesuai fakta, postingan yang menceritakan tentang tragedi kecelakan tersebut yang menuding saya tidak bertanggungjawab itu tidak benar,” ungkap Hj Hajrana, pada wartawan, Senin (23/9/2024).

Hajrana, menambahkan, foto yang di posting oleh anak korban kecelakaan merupakan foto lama. Foto tersebut foto pada saat di Singapura 2 tahun lalu.

“Saya dituding kabur ke luar negeri untuk menghindari tanggungjawab
Padahal saya tidak lari dari tanggungjawab saya hanya meminta keringan biaya kepada korban,” jelasnya.

Tambahnya, keluarga korban membuat kesepakatan sepihak yang meminta biaya kepadanya sebesar 100 juta rupiah sebagai biaya konpensasi terhadap kecelakaan tersebut. Padahal sebelumnya antara korban kecelakaan dan dia sudah ada kesepakatan bersama.

“Saya bukannya menolak untuk memberikan biaya konpensasi kepada korban tapi biaya yang diminta tersebut saya tidak sanggup membayarnya. Saya mencoba negosiasi tapi yang bersangkutan tidak memberi jalan, akhirnya saya di viralkan di Medsos akibatnya saat ini nama baik saya tercemarkan,” sedihnya.

Lanjutnya, korban terlibat kecelakaan di Jalan Yos Sudarso Mamuju Bulan Juni Tahun 2024 lalu, korban dengan dia satu arah. Tiba tiba korban yang mengendarai motor sempat terjatuh akibat bersenggolan dengan mobil yang dikemudikan suaminya.

“Saya meminta suami saya untuk menepi dan langsung turun membamtu korban. Korban langsung kami evakuasi ke Rumah Sakit Regional. Saya juga menghubungi keluarga korban yang berada di Polman. Saya mengurus semua korban sampai tim medis menangani korban,” bebernya.

Korban diberikan pelayanan medis yang terbaik di rumah sakit, lanjutnya lagi, korban dirawat hingga kondisinya agak membaik. Korban akhirnya di rujuk ke Makassar agar kondisi korban cepat pulih.

“Di makassar saya juga sempat menjenguk korban, tapi saya sempat dilarang masuk oleh kerabat korban. Saya sebenarnya dengan korban termasuk keluarga dekat, karena itu setelah kerabat korban yang menghalangi saya masuk pergi, saya menerobos masuk di kamar tempat korban di rawat. Kondisi korban sudah membaik,” tuturnya.

Kini nama IRT tersebut sangat viral di Medsos karena banyak netizen yang tidak paham persoalan mereka memaki IRT tersebut.

“Saya tidak terima di fitnah akhirnya saya melaporkan pencemaran nama baik di Medsos tersebut di Polda Sulbar. Saya berharap pihak Polda Sulbar memproses semua akun membagi ulang postingan yang memfitnah saya tersebut,” tutupnya.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *