BeritaSorotan

Ratusan Warga Desa Pangale Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Karama Geruduk Kantor Desa

372
×

Ratusan Warga Desa Pangale Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Karama Geruduk Kantor Desa

Sebarkan artikel ini

Mamuju Tengah, Jurnaltivi.com-Ratusan warga tolak  rencana aktivitas tambang pasir di Muara Sungai Karama, Desa Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sabtu (12/7/2025) geruduk kantor desa warga minta agar Kepala Desa (Kades) ikut bersama barisan masyara

“Pantai ini bukan hanya menjadi sumber penghidupan bagi nelayan, tapi juga merupakan wilayah yang rawan abrasi. Jika tambang pasir beroperasi di muara sungai, dampaknya sangat besar terhadap garis pantai dan ekosistem sekitar,” ungkap Muh Taufik dalam orasinya saat melakukan aksi di Kantor Desa Pangale.

Muh. Taufik, menambahkan, sepanjang pesisir Pantai Karama yang membentang sejauh kurang lebih tiga kilometer merupakan wilayah penting bagi masyarakat setempat.

“Warga Desa Pangale menolak secara tegas keberadaan tambang pasir karena tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan maupun sosialisasi. Kami tidak pernah diajak bicara. Tiba-tiba saja muncul rencana tambang. Ini tanah kami, laut kami, kami yang akan merasakan dampaknya,” tambahnya.

Warga mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati Mamuju Tengah dan dinas terkait, untuk segera mencabut izin operasi tambang dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi dampak lingkungan dari kegiatan tersebut.

Kades Pangale, Muh Kasim, yang ditemui wartawan, mengaku mendukung gerakan masyarakatenolak tambang pasir yang ada di muara Sungai Karama.

“Sebagai pemerintah saya sebagai Kades harus mendukung masyarakat. Karena masyarakat menolak tambang maka saya juga harus menolak tambang, sebagai pemerintah tidak bisa berpisah dengan masyarakatnya,” kata Muh Kasim.

Aksi penolakan warga Desa Pangale, dari beberapa dusun  diantara dusun yang menolak adalah Dusun Karama, Dusun Pangale dan Dusun Samparaja.

“Sebahagian besar warga dari 3 dusun tersebut menolak keberadaan tambang pasir yang ada di muara Sungai Karama,” tuturnya.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *