Mamuju, Jurnaltivi.com-Proyek pembangunan kampus Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimamuju) di RT 03, Lingkungan Padang Baka Timur, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bangunan yang dibangun di sekitar rumah warga tersebut kini disorot warga karena mengancam keselamatan belasan rumah warga.
“Setau saya bangunan proyek kampus Unimaju yang dibangun di RT 03 ini tidak memiliki IMB. Tapi untuk mengetahaui lebih jelas soal IMB dari Kampus Unimaju yang baru dibangun tersebut coba cek langsung ke pihak kampus,” ungkap Ketua RT 03, Lingkungan Padang Baka Timur, Lalu Syamasulrijal, ditemui wartawan media ini, Minggu (14/9/2025).
Lalu Syamasulrijal, menambahkan, proyek pembangunan kampus Unimaju ini sudah diprotes oleh warga sekitar karena sangat mengancam rumah warga disekitar banyak yang terancam.
“Dalam penggusuran bukit untuk dijadikan kampus sangat membahayakan rumah warga karena setiap saat bisa terjadi longsor dan mengancam rumah warga. Pihak kampus harus memperhatikannya secara serius sebelum terjadi musibah,” jelas Lalu Syamsulrijal pada wartawan media ini.
Lebih jauh dia mengatakan, terkait dengan material gusuran yang dilakukan oleh pekerja proyek kampus Unimaju tersebut, material gusurannya hanya disusun saja batuan gajah tersebut tidak dipasang talut sehingga sangat membahayakan warga sekitar.
“Kalau terjadi gempa maka material yang disusun tersebut bisa saja jatuh dan bisa saja menimpa rumah warga. Pihak kampus sebaiknya untuk membuat talut sehingga tidak mengancam warga,” ujarnya.
Ironisnya, kata, Lalu Syamsulrijal, pihak Kampus sudah pernah diprotes warga bahkan sempat warga menutup jalan ke lokasi proyek pembangunan gedung kampus tersebut namun belum mengindahkan tuntutan warga.
“Kondisi lokasi kampus tersebht hingga saat ini masih sangat membahayakan rumah warga. Pihak kampus belum membenahi lokasi yang beresiko tersebut. Padahal lokasi yang dipersoalkan warga tersebut ada 4 titik,” bebernya.
Pihak kampus yang sudah coba dihubungi melalui sambungan telepon maupun sambungan pesan singkat whatsapp belum mau memberikan keterangan.
Media ini hingga saat ini masih berupaya untuk menghubungi pihak terkait agar ada perimbangan berita.(m1)














