BeritaNasional

Susah Solar, Sampah di Enrekang Menumpuk, DLH: Itu Kendala Kami

1128
×

Susah Solar, Sampah di Enrekang Menumpuk, DLH: Itu Kendala Kami

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Penumpukan sampah di sejumlah titik di Kabupaten Enrekang belakangan ini mendapat sorotan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Enrekang, Yarsin Gau, memberikan klarifikasi terkait lambatnya pengangkutan sampah.

Yarsin mengungkapkan, keterlambatan tersebut terutama disebabkan oleh kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk operasional armada truk sampah.

“Kendala utamanya adalah solar. Solar di kota Enrekang ini tidak ada, susah sekali didapat. Terpaksa teman-teman itu antri di Duri (Pertamina di Duri), itu pun kalau dapat. Kalau dapat, di atas itu juga cepat habis. Itu kendalanya. Kalau mobil jalan, semua bisa, cuma itu, bahan bakar kita ini,” jelas Yarsin, seperti dikutip Jurnaltivi.com, Selasa (28/10/2025).

Untuk mengatasi kelangkaan ini, pihaknya terpaksa mengambil solar dari titik lain. “Jadi terpaksa kita ambil solar di daerah atas, Pertamina Sossok dan Kalimbua. Teman-teman yang jalur di atas biasa diambilkan di atas, diisi tangkinya, nanti didropkan untuk teman-teman yang di kota,” urainya.

Yarsin mengakui, dari lima armada yang beroperasi di kota, sebagian sudah berusia tua dan mudah rusak. Namun, dia menegaskan bahwa kendala terbesar saat ini tetaplah ketersediaan solar.

“Yang menjadi kendala utama ya solar yang menghambat pekerjaan,” tegasnya.

Nanti itu juga untuk memantau kinerja pengangkutan, Yarsin berencana menempatkan sejumlah pengawas di setiap jalur.

Target Angkut Dua Kali Seminggu dan Kekurangan Bak Sampah

Yarsin menyatakan target ideal pengangkutan sampah adalah dua kali seminggu untuk setiap jalur atau maksimal. Namun, volume sampah yang tinggi di titik-titik tertentu, seperti di Bamba yang hanya sampai Pos Polisi, membuatnya cepat penuh.

“Misalnya di Bamba, baru sampai di Pos Polisi sudah penuh mi, apalagi letaknya jalan poros. Jadi besoknya lagi pasti dilanjut di situ,” katanya.

Dia juga mengakui tidak adanya bak sampah di belakang Aspol (Asrama Polisi). “Nanti kami usulkan di Bank BPD dananya dari CSR untuk ditempatkan kontainer di situ,” ujarnya.

Selain itu, terkait bantuan mobil mini dump truck dari BRI, Yarsin mengatakan kendaraan itu akan ditempatkan di kawasan perumahan di kota. Namun, penggunaannya belum maksimal.

“Kami belum maksimal gunakan karena terkait operasionalnya, kami belum anggarkan. Tapi tetap kami pakai. Mungkin nanti di Januari kita maksimalkan,” jelasnya.

Dia juga mengakui anggaran operasional yang ada saat ini masih sangat terbatas. “Untuk biaya operasional masih sangat kurang, cuma kita kasih cukup-cukup saja,” pungkas Yarsin.

Yarsin berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang atas masalah ketersediaan solar ini, agar pelayanan pengangkutan sampah di Enrekang dapat kembali lancar, “tandasnya. (Tim/JTV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *