BeritaNasional

CV Adaf Karya Mandiri Gelar Sosialisasi Rencana Tambang Emas di Desa Cendana, Pemilik Lahan Beri Dukungan

794
×

CV Adaf Karya Mandiri Gelar Sosialisasi Rencana Tambang Emas di Desa Cendana, Pemilik Lahan Beri Dukungan

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – CV Adaf Karya Mandiri menggelar sosialisasi rencana pengelolaan tambang emas di Dusun Baba, Desa Cendana, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Jumat (14/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pihak perusahaan, unsur TNI-Polri, serta para pemilik lahan yang wilayahnya masuk dalam rencana kegiatan tambang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pj Sekda Enrekang Zulkarnain Kara, para asisten Setda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Plt Kasatpol PP, Camat Cendana, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran manajemen CV Adaf Karya Mandiri.

Pemerintah Jadi Penyeimbang

Dalam sambutannya, Pj Sekda Enrekang Zulkarnain Kara menegaskan bahwa pemerintah berada di posisi tengah sebagai penyeimbang antara masyarakat dan pengelola.

Menurutnya, berdasarkan undang-undang, sosialisasi wajib dilakukan agar seluruh proses dapat dipahami secara jelas oleh warga.

“Kami sebagai pemerintah ada di tengah antara masyarakat dan pengelola. Kegiatan ini wajib agar masyarakat mengerti apa yang mau dikerjakan, masyarakat bisa bertanya, dan membedah apa nanti tanggung jawabnya,” ujar Zulkarnain.

Ia menambahkan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta hadir untuk memantau jalannya sosialisasi supaya informasi yang disampaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Perusahaan Paparkan Tahapan Kerja dan Komitme

Perwakilan CV Adaf Karya Mandiri, Syamsul, memaparkan alur pengerjaan tambang mulai dari tahapan awal hingga proses pengembalian lahan kepada pemiliknya setelah kegiatan tambang selesai.

Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mengembalikan lahan dengan tanaman sesuai permintaan pemilik lahan.

“Semua proses dilakukan bertahap dan transparan. Setelah kegiatan selesai, lahan akan kami serahkan kembali dengan kondisi sudah ditanami sesuai permintaan pemilik lahan, selain itu juga dijadikan destinasi wisata,” jalas Syamsul.

Ia juga memperlihatkan sejumlah dokumen resmi perusahaan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.

Tidak Ada yang Dirugikan dan Tidak Pakai Bahan Berbahaya

Sementara itu, Jimmy yang mewakili Direktur CV Adaf Karya Mandiri menyampaikan bahwa rencana tambang emas ini diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat Enrekang.

“Tujuan utama tambang ini untuk kemajuan Enrekang. Tidak ada yang dirugikan, justru semuanya akan mendapatkan ganti untung,” ujar Jimmy.

Jimmy juga menjelaskan kepada pemilik lahan bisa memilih sistem sewa atau jual, tergantung negosiasi.

“Intinya tidak ada yang dirugikan justru ganti untung, dan berdasarkan undang-undang juga tidak dibenarkan jika pemilik lahan tidak mau dikelola lahannya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memprioritaskan tenaga kerja lokal sebanyak 60 persen, sementara 40 persen sisanya merupakan tenaga ahli.

Jimmy juga menegaskan bahwa dalam proses pengelolaan tambang emas nanti tidak akan menggunakan merkuri dan sianida.

“Yakin aman,” tegas Jimmy yang mengklaim sudah 33 tahun menggeluti dunia pertambangan.

Dapat Dukungan Warga

Dari pantauan di lokasi, mayoritas pemilik lahan menunjukkan dukungan terhadap rencana tambang tersebut.

Bahkan, beberapa warga secara terbuka menawarkan lahannya sebagai lahan percontohan.

“Lahan saya saja dijadikan percontohan,” kata salah satu warga di hadapan peserta sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung aman, tertib, dan mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pihak perusahaan juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Warga pun berharap keberadaan tambang emas ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Tim/JT V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *