Berita

Debt Collector Dari FIF Mengaku Wartawan Ancam Ambil Paksa Kendaraan

755
×

Debt Collector Dari FIF Mengaku Wartawan Ancam Ambil Paksa Kendaraan

Sebarkan artikel ini

Debt Collector Ancam Ambil Paksa Kendaraan Di Parkiran Alaska pengayoman Makassar

 

Makassar, Jurnaltivi.com — Seorang pria yang mengaku sebagai debt collector menghadang pengendara motor yang hendak keluar dari parkiran Alaska Store di Jalan Pengayoman No.8, Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Peristiwa Pria mengaku debt collector dengan mengenakan baju kotak-kotak lengan panjang dengan memakai topi hitam. Terlibat adu mulut dengan korban yang menjadi perhatian warga di kawasan alaska tersebut. Sabtu (21/2/2026)

Sontak menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di ruang publik dan dinilai meresahkan aksi debt collector tersebut.

“Katanya debt collector dari FIF, tapi kami minta surat tugas atau surat penarikan, pria itu tidak bisa memperlihatkannya,”ujar Korban Heriyanto, yang akrab disapa Cecep.

Penampilannya yang disebut-sebut menyerupai preman membuat sejumlah pengunjung toko merasa gerang yang di lakukan oknum debt collector, Iantaran  langsung menghadang salah satu pengendara motor yang hendak meninggalkan lokasi parkir.

“Saya tidak terima kendaraan mau di tarik, dengan alasan motor menunggak cicilannya.”ungkap cecep

Debt collector tersebut tidak dapat menunjukkan surat tugas maupun dokumen resmi penarikan kendaraan saat dimintai oleh pengendera.

Sesuai prosedur, pihak penagih utang wajib memperlihatkan identitas serta surat kuasa resmi dari perusahaan pembiayaan sebelum melakukan penarikan.

Cecep mengaku dirinya dan istri merasa ketakutan dan tertekan atas kejadian tersebut. Ia menilai tindakan pria itu telah mempermalukan dirinya di depan umum serta menimbulkan trauma psikologis.

“Kami tidak tahu nama pria itu, tapi kami sempat merekam video melalui HP. Kami berharap pihak kepolisian bisa melakukan penindakan terhadap preman seperti itu. apalagi dipermalukan di tempat umum,”jelasnya.

Dalam perdebatan yang tak kalah mengejutkan, dalam debt collector tersebut juga sempat mengaku sebagai seorang wartawan. “Sama jaki wartawan,” ucapnya kepada korban, seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki profesi wartawan juga selain debt collector.

Namun pria berbaju kotak-kotak saat ditanya lebih lanjut mengenai media tempatnya bernaung, pria tersebut tidak mampu memberikan jawaban jelas dan justru mengubah pernyataannya dengan mengatakan bahwa dirinya hanya seorang debt collector.

Untuk tidak terulang kembali di kota makassar, aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kejadian aksi debt collector layaknya preman.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *