Mamuju, Jurnlativi.com-Upah tukang Sekolah Rakyat (SR) belum dibayar, oleh kontraktor pembangunan sekolah PT Hutama Karya, sebesar 3 Milyar Rupiah, pekerja tutup akses masuk SR pakai alat berat di Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).
“Kami sudah bekerja selama 5 bulan, selama 5 bukan kerja belum ada di gaji. Upah kerja tidak dibayarkan karena Subkon proyek SR tempat kami bekerja belum dibayar. Dana Subkon yang belum dibayarkan oleh kontraktor sebesar 3 milyar,” ungkap Kepala Tukang, Lulu saat ditemui wartawan di depan Kantor Sekolah Rakyat di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Selasa (29/9/2026).
Lulu, menambahkan, pekerja yang belum dibayarkan upahnya selama bekerja di SR sejak Bulan Mei lalu, sebanyak 50 orang. Semua pekerja tersebut saat ini sudah menuntu upahnya agar dibayarkan.
“50 pekerja SR tersebut semuanya saya yang cari, rata rata pekerja tersebut adalah tetangga saya di Tahaya Haya. Akibatnya keluarga pekerja seringendatangi rumah saya dan mengamuk minta upah suaminya dibayarkan,” jelas Lulu pada wartawan.















