BeritaNasionalPeristiwaSorotan

Kritiki Wartawan Saat Liputan Bencana, Ketua Iwo Sulsel : Bupati Mesti Paham, Media Adalah Corong Informasi

829
×

Kritiki Wartawan Saat Liputan Bencana, Ketua Iwo Sulsel : Bupati Mesti Paham, Media Adalah Corong Informasi

Sebarkan artikel ini

Enrekang, – || Jurnaltivi.com || Kritikan pedas terhadap Bupati Enrekang terkait pernyataannya yang menganggap wartawan mencari panggung saat liputan bencana alam yang terjadi di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, kembali datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online Sulsel, Zulkifli Thahir.

“Mungkin pak Bupati malu jika daerahnya diberitakan secara terus-menerus tentang bencana sehingga beliau menuding wartawan cari panggung, namun tidaklah elok dan tidak bijak jika seorang kepala daerah mengatakan hal itu”, ungkap Zulkifli Thahir saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu 15/10/22).

Seharusnya pak Bupati memahami kerja jurnalis, sebab mereka saat bertugas dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999, karena wartawan adalah jembatan informasi juga sebagai corong, agar masyarakat bisa tahu kejadian apa yang melanda daerahnya, sepanjang apa yang dilakukan wartawan dalam melakukan peliputan tidak melanggar kode etik, tambah Ketua PW IWO Sulsel.

Untuk itu, Abang Chuleq sapaan akrabnya menyarankan agar seorang Bupati lebih mengontrol bicaranya dan tahu fungsi serta kinerja wartawan.

“Mungkin saat melontarkan kata-kata itu Bupati tidak sedang baik-baik saja, tapi kalau dalam kondisi yang baik tidak mesti keliru sehingga mengeluarkan perkataan yang bisa saja tidak mengenakkan perasaan wartawan, mungkin saja ada beberapa wartawan yang sikapnya menjengkelkan bagi beliau tapi tidak semua wartawan seperti yang disangkakan beliau”, tuturnya.

Seharusnya Bupati menyadari dengan adanya pemberitaan bencana itu, pemerintah provinsi bahkan pusat melalui BNPB mengetahui sehingga lebih intens memonitoring Kabupaten Enrekang yang rawan akan bencana.

“Bupati justru harus berterima kasih kepada wartawan yang selama ini aktif memberitakan kondisi Kabupaten Enrekang, menurut saya Pak Bupati harus lebih arif dan bijaksana melihat ini, jadi saran saya Pak Bupati duduk bersamalah dengan para wartawan menggelar coffe morning sesering mungkin, yah saling minta maaf lah, apa yang salah apa yang tidak dipahami, segala unek-unek dicurahkan saya kira jika semua dibicarakan baik baik tidak akan ada masalah”,  tutup Zulkifli Thahir.

Diketahui Kritikan terhadap wartawan dilontarkan Bupati saat membuka acara sosialisasi soal pengurangan resiko bencana alam yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disalah satu cafe di Kelurahan Puserren, Kamis (13/10/2022) lalu.

“Untuk teman-teman wartawan, jangan juga berbangga-bangga bahwa bencana perlu dipublikasi supaya menjadi cacat pemerintah daerah. Apa salahnya kalau kirim konfirmasi dulu ke forkopimda bahwa di sini ada bencana terus turun sama-sama,”Ujar Muslimin Bando.

Bupati juga saat itu menilai, pemberitaan peristiwa bencana alam terlalu berlebihan, dan cenderung menyudutkan pemerintah, bahkan dalam kesempatan tersebut Muslimin Bando juga  menyampaikan agar wartawan membawa uang untuk membantu warga jangan hanya bermodalkan berita.

“Kalau ada uangta bawaki juga, jangan cuma bermodalkan berita saja, saya jengkel kalau informasinya sudah sampai Jakarta dilihat pemerintah pusat, jangan hanya mencari panggung diatas penderitaan orang lain, tidak boleh begitu, saya blak blakan saja, warga korban bencana tidak butuh pemberitaan, wartawan berkontribusi juga melalui pemberian yang jelas. Ucap Bupati Enrekang Muslimin Bando dihadapan peserta acara sosialisasi. (Syafar/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *