Peristiwa

Perbaikan Plafon Bangunan Radio Terapi Rumah Sakit Regional Sulbar Yang Ambruk Hampir Rampung

766
×

Perbaikan Plafon Bangunan Radio Terapi Rumah Sakit Regional Sulbar Yang Ambruk Hampir Rampung

Sebarkan artikel ini

Mamuju-Jurnaltivi.com-Perbaikan Plafon Bangunan Radio Terapi Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat (Sulbar) yang ambruk beberapa Hari lalu hampir rampung. Proses perbaikan semua ditanggung oleh pihak ke tiga, hingga saat ini pekerjaan perbaikan masih berlangsung.

“Pihak rumah sakit sudah meminta kepada pihak ke tiga agar memperbaiki bangunan plafon Radio Terapi yang ambruk tersebut. Saat ini semua bangunana Radio Terapi masih tanggungjawab dari pihak rumah sakit,” ungkap Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar, Erna, yang dikonfirmasi wartaiwan di RSUD Regional Sulbar, Kamis (11/7/2024).

Erna, menambahkan, proses pemeliharaan dari bangunan Radio Terapi saat ini masih ditanggung oleh pihak ke tiga. Proses pemeliharaan ditanggung oleh pihak ke tiga masih satu tahun kedepan.

“Kalau ada kerusakan dari bangunan Radio Terapi rumah sakit hingga satu tahun kedepan, semuanya masih tanggungjawab dari pihak ke tiga,” jelasnya.

Kondisi bangunan untuk Radio Terapi ini tidak perlu lagi diragukan proses pembangunan Radio Terapi ini ada Standar Oprasi Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi oleh pihak ke tiga.

“Bangunan ini mempunyai ketebalan yang sudah diatur dalam SOP,” tegasnya.

Menyinggung isin Bapeten, menurut, Erna, isin itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya, sumber daya manusia. Saat ini sumber daya manusianya saat ini sedang sekolah.

“Kami sudah menyurat kepada kementrian terkait dan itu sudah lama kami layangkan pada saat bangunan Radio Terapi dianggarkan oleh pemerintah. Sumber daya manusia yang akan mengelolah Radio Terapi merupakan yang wajib harus disiapkan sebelum di keluarkan isin,” kata Erna pada wartawan.

Tambah Erna, semua biaya SDM yang disiapkan untuk mengelolah Radio Terapi tersebut dibiayai oleh pihak kementrian. SDM yang disekolahkan oleh kementrian tersebut tidak lama lagi akan selesai sekolahnya.

“Setelah ada SDM yang akan mengelolah Radio Terapi tersebut maka isin nuklirnya barulah akan keluarkan oleh pihak terkait,” tuturnya.(m1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *