“Saya berkunjung kesini juga ingin bersilaturahmi dengan keluarga alm. Soni, sekaligus melihat potensi usaha pandai besi atau pembuatan parang yang sangat potensial untuk dikembangkan dimasa sekarang dan yang akan datang. Tegas FK.
Walau saat ini penjualan parang sulit dilakukan karena kurangnya perhatian dari pemerintah, bahan baku juga sangat sulit didapatkan para pengusaha parang, sehingga banyak usaha kecil saat ini tak mampu berkembang dengan banyaknya produk – produk luar yang masuk ke toraja.
“Parang asli toraja dikenal dimana – mana, ini sangat potensial untuk dikembangkan dalam mendukung masyarakat terutama industri kreatif, agar usaha kecil menengah (UMK) dari desa atau lembang bisa berkembang. Tegas Frederik Kalalembang. (JF/JTV)


















