Tana Toraja, Jurnaltivi.com – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupetan Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, geram pembayaran tagihan air tiba-tiba melunjak dari Rp. 2.850.000, meningkat menjadi Rp. 4.005.000.
“Saya kaget dengan pembayaran air tiap bulan, karena ini air dipakai hanya jika ada anak kost yang mengisi kamar, dan kamar kost saya kadang terisi hanya dua orang saja, masak cuman 2 orang tinggal segitu air saya bayar, Ucap Yohanis Minggu dengan nada heran.
Yohanis warga Keluarahan Mandetek satu dari sekian pelanggan PDAM mengaku kaget setelah mendapat tagihan dari pihak PDAM yang tiba-tiba mengalami kenaikan drastis. Ia menjelaskan jika dirinya memang kadang membayar tagihan PDAM tiap bulannya sejumlah dua sampai dengan tiga juta rupiah, namun kali ini pembayarannya mencapai empat juta.
Bahkan ia juga mengaku heran, kwitansi tagihan yang ia terima dari petugas PDAM ditulis tangan, sehingga ia ragu dengan tagihan yang mengalami kenaikan signifikan itu.
“Saat saya membayar bulan Mei lalu dikwitansi pembayaran hanya Rp 2.850.000, namun setelah saya hendak membayar tagihan di kantor PDAM Tana Toraja justru tagihan melunjak hingga mencapai Rp. 4.005.000 dengan tulisan tangan petugas PDAM yang menerima pembayaran. Tegas Yohanis, mempertanyakan nominal yang ditulis tangan dikwitansi tagihan.

















