Majene-Jurnaltivi.com-Seorang calon pendamping haji bernama Candra Kusuma, asal Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, protes kinerja Kementerian Agama Kabupaten Majene khususnya pada bidang pelayanan haji.Dia menilai layanan ini sangat tidak profesional yang mengaku merugikan dirinya dan ibu kandungnya sebagai calon haji bernama Kusumawati asal Desa Sendana Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.
“Kinerja layanan haji pada Kementerian Agama Majene khususnya layanan haji tidak sesuai dengan harapan karena dirinya tidak masuk dalam daftar sebagai pendamping jamaah haji padahal jauh sebelumnnya segala bentuk persyaratan sudah terpenuhi,” ungkap Candra, Sabtu (12/04/2025)
Candra, menambahkan, namanya masuk dalam daftar pendampingan jamaah haji, untuk mendampingi ibu kandung bernama Kusumawati sebagai calon jemaah haji. Saya heran, kenapa nama saya tidak masuk sebagai pendamping padahal jauh sebelumnya sudah dipenuhi semua persyaratannya.
“Pelayanan haji di Kabupaten Majene tidak profesional. Ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pelayanan dan manajemen data di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene,” ujar Candra.
Candra mengaku bahwa telah beberapa kali mempertanyakan permasalahan ini baik ke Kementerian Agama Provinsi maupun pada pihak Kementerian Kabupaten Majene, namun tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Yang hanya kata dia, permintaan maaf karena terjadi kesalahan input data oleh pihak operator.
“ Saya sudah menghubungi Kantor Kementerian Agama, Pihak Kementerian Agama Kabupaten Majene mengakui bahwa kesalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan operator yang menginput data.“ ungkapnya.
Candra menduga bahwa pendamping yang namanya masuk atau lolos diduga mereka membayar. Ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan transparansi dalam proses seleksi pendamping jemaah haji.
“Jangan – jangan tanda kutip ya ada pembayaran?. Tentu pihak Kementerian Agama Kabupaten Majene harus melakukan investigasi untuk memastikan bahwa proses seleksi pendamping jemaah haji berjalan dengan adil dan transparan. Harus juga mempertimbangkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi pendamping jemaah haji.”harapnya
Candra berharap, agar Kementerian Agama Kabupaten Majene meningkatkan pelayanan haji yang lebih baik dan lebih responsif
“ Saya berharap bahwa Kementerian Agama Kabupaten Majene dapat memperbaiki pelayanan haji yang lebih baik dan lebih responsif” harapnya.
Sementara Kasi Haji Kementerian Agama Kabupaten Majene, Muslim, yang dihubungi wartawan mengaku terkait persoalan calon pendamping haji bernama Candra yang tidak masuk namanya, sudah disampaikan alasannya bahwa itu murni kelalaian operator.
Muslim mengaku, dalam waktu dekat ini akan melakukan pertemuan dengan menghadirkan semua nama – nama yang masuk dalam daftar tahap I seperti pendamping Lansia, penggabungan mahram istri suami dan anak orang tua.
“ ini murni kelalaian operator kami, namun dalam waktu dua hari ini kemungkinan hari Senin besok akan membuat pertemuan dengan menghadirkan semua pendamping, “ jelasnya.
Selain itu, Muslim yang menjawab asumsi soal adanya dugaan pembayaran masuk sebagai pendamping dengan tegas mengatakan itu tidak ada.
“ Untuk menjawab asumsi itu kami akan melakukan pertemuan Insya Allah tidak ada seperti itu, “ tutupnya.(m1)


















