BeritaNasional

Dalam Kongres HMI XXIV Muh Ahyar Kader HMI Cabang Mamuju Maju untuk Memperebutkan Ketum PB HMI di Pekanbaru

400
×

Dalam Kongres HMI XXIV Muh Ahyar Kader HMI Cabang Mamuju Maju untuk Memperebutkan Ketum PB HMI di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, Jurnaltivi.com – Dalam Kongres HMI XXXIV di Pekanbaru, kader HMI Cabang Mamuju, yang kini duduk sebagai Ketua Badan Koordinasi HMI Sulawesi Selatan dan Barat, Muh Ahyar ikut bertarung untuk memperebutkan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI.

Dalam Kongres HMI untuk memperebutkan Ketum PB HMI priode 2025-2027 kali ini ada 3 kandidat yang namanya mencuat salah satunya adalah Kader HMI Cabang Mamuju, Muh Ahyar.

“Saya ikut bertarung pada Kongres kali ini dengan mengusung tema “Ulul Albab” yang dipilih sebagai semangat kongres,” ungkap, Muh Ahyar, dalam keterangan tertulisnya pada media ini Minggu, (25/5/2025).

Muh Ahyar, menambahkan, pemilihan tema “Implementasi Ulul Albab untuk HMI Menyejarah” bukanlah keputusan sembarangan. Ulul Albab, dalam tradisi Al-Qur’an, merujuk pada sosok yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan rasional dan kebijaksanaan spiritual.

“Mereka adalah orang-orang yang mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah dalam fenomena alam dan sosial, kemudian mentransformasikannya menjadi aksi nyata untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Lebih jauh dia mengagakan, dalam konteks HMI kontemporer, konsep Ulul Albab menjadi jawaban atas krisis kepemimpinan yang melanda berbagai lini kehidupan bangsa. HMI, sebagai organisasi yang telah melahirkan ribuan pemimpin nasional, dituntut untuk kembali memproduksi kader-kader yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan komitmen kebangsaan yang tinggi.

“Para calon pemimpin HMI periode mendatang menyadari betul bahwa mereka tidak hanya akan memimpin organisasi mahasiswa biasa, melainkan sebuah institusi yang memiliki tanggung jawab sejarah untuk melahirkan generasi Ulul Albab Indonesia. Visi-misi yang mereka tawarkan pun mencerminkan pemahaman mendalam tentang kompleksitas tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di abad ke-21,” katanya.

Peta kekuatan dalam pencalonan menunjukkan adanya tiga kutub utama. Kutub pertama adalah kelompok yang menekankan modernisasi dan profesionalisme organisasi.

Mereka mengusung visi HMI sebagai think tank yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam perumusan kebijakan publik. Kutub kedua adalah kelompok yang fokus pada penguatan gerakan sosial kemasyarakatan, dengan menekankan peran HMI sebagai agent of change di tingkat grassroot. Kutub ketiga adalah kelompok yang memprioritaskan konsolidasi internal dan penguatan sistem kaderisasi.

“Yang menarik adalah bahwa ketiga kutub ini tidak bersifat antagonistik, melainkan saling melengkapi dalam kerangka visi besar HMI Menyejarah. Dialog-dialog yang berlangsung menjelang kongres menunjukkan kematangan politik internal HMI yang mampu mengelola perbedaan pendapat menjadi kekuatan sinergis,” pungkas Muh Ahyar.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *