“Untuk kedepannya pihak PT MUL sudah menyiapkan lahan sekitar 20 hektar untuk di tanami jagung. Semua masyarakat yang berminat untuk menanam jagung pihak PT MUL akan akan memfasilitasi lahan. Siapapun yang datang untuk menanam jagung di lahan yang disediakan PT MUL pihak perusahaan akan menyiapkan lahan, ” jelasnya.
Lanjutnya, kendala yang dialami oleh masyarakat selama penanaman jagung untuk ketahanan pangan untuk mendukung program Presiden RI yang ke 8 ini minimnya bibit unggul yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Agar hasil panen jagung pada tahap selanjutnya dapat lebih maksimal hasilnya maka diharapkan pemerintah menyiapkan bibit jagung yang lebih unggul,” pintanya.
Untuk menampung hasil panen raya jagung ywqang dihasilkan oleh pihak PT MUL pihak Bulog siap untuk menampung hasil panen tersebut.
“Harga yang ditawarkan untuk menampung hasil panen jagung tersebut pihak Bulog sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 5.600,” ujar Pinca Bulog Mamuju, Kasim, usai mengikuti prosesi panem raya jagung di lokasi PT MUL.


















