Menurut Siti, pemahaman ini harus diimplementasikan tidak hanya secara langsung di lingkungan sekitar, tetapi juga disebarkan secara kreatif dan masif lewat media sosial.
Untuk itu, Ia berharap melalui Lomba vlog ini dapat menjadi sarana untuk melahirkan pesan-pesan edukatif dan inspiratif.
“Melalui kampanye ‘Tubuhku, Hakku,’ kita ingin para kader membuat video vlog edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai hak tubuh dan upaya mencegah kekerasan seksual,”ucapnya.
Syahriati juga menekankan bahwa lomba ini menjadi ajang bagi ibu-ibu untuk berkreasi dan mengekspresikan ide secara visual agar pesan bisa lebih mudah diterima khalayak luas.
Ketua Panitia Kegiatan Rana Suharmika juga berpesan agar setiap kader membuat konten vlog sebaik-baiknya, dikemas secara menarik, edukatif, dan tetap sesuai tema.
“Dengan begitu, pesan penting bahwa tubuh adalah hak pribadi dan harus dilindungi bisa lebih efektif tersampaikan,”ungkapnya.
Lanjutnya, selain sebagai upaya pencegahan, ini juga menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial TP PKK Makassar.


















