Makassar, Jurnaltivi.com– Dalam rekaman video yang berdurasi 2:58 menit, penegasan pernyataan tegas Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Dr. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., saat memimpin apel di Mapolda Sulsel beberapa hari lalu, viral hingga menuai pujian memerangi bentuk praktek penimbunan bbm solar bersubsidi.
Video tersebut sekaligus menginstruksikan Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) untuk menindak tegas para pelaku dan oknum polisi yang ikut bermain.
“Saya sangat bangga dan salut, Sebagai warga Sulsel sekaligus warga negara Indonesia, baru kali ini ada Kapolda yang secara terbuka dan tegas menyatakan sikap terhadap mafia BBM subsidi. Ini bukan sekadar janji, tapi perintah langsung di depan seluruh jajarannya.”ujar Ketum Perjosi Sulsel Salim Djati Mamma.
Pernyataan kapolda sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono langsung mendapat respon positif dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan media dan organisasi jurnalis. Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi), Salim Djati Mamma, menyatakan dukungan penuh atas ketegasan sang jenderal, sekaligus menyebutnya sebagai langkah berani yang patut diapresiasi.
Menurutnya, selama ini masyarakat Sulsel hanya disuguhi janji kosong terkait pengawasan BBM subsidi, tanpa realisasi yang nyata. Namun, perintah terbuka dari Irjen Rusdi Hartono dinilai sebagai angin segar dan jawaban dari keresahan masyarakat selama bertahun-tahun.
“Pernyataan ini harus kita dukung. Saya secara pribadi dan organisasi Perjosi, akan ikut mengawal pelaksanaan di lapangan. Kita akan pantau langsung jalur distribusi BBM dan menyoroti potensi keterlibatan oknum yang selama ini jadi pelindung para penimbun,”ungkap Bung Salim
Selama ini pihaknya telah menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait penyimpangan distribusi BBM subsidi, mulai dari pengoplosan, penyimpanan ilegal, hingga keterlibatan oknum aparat.
Terpisah, Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pernyataannya di apel tersebut bukan sekadar wacana, melainkan perintah resmi yang harus dijalankan seluruh jajarannya.
“Itu perintah dan juga peringatan. Saya minta tidak ada lagi toleransi terhadap penyimpangan, apalagi jika ada anggota yang terlibat. Semua akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” ucap Jenderal Rusdi Hartono singkat namun tegas.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya bersih-bersih internal sekaligus bentuk tanggung jawab moral institusi Polri terhadap kebutuhan pokok masyarakat.
Ketum Perjosi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk wartawan dan aktivis sipil, untuk ikut terlibat dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi, serta aktif melaporkan temuan di lapangan.
“Kita butuh sinergi. Selain mengandalkan polisi, masyarakat juga harus aktif. Kita pastikan BBM bersubsidi benar-benar sampai ke petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang membutuhkan,”pungkasnya
Dengan dukungan publik dan komitmen penegakan hukum dari Kapolda Sulsel, langkah ini diharapkan menjadi awal dari pemberantasan mafia BBM secara menyeluruh di Sulawesi Selatan.(n/JTV)














