Enrekang, Jurnaltuvi.com – Hujan deras yang mengguyur seharian pada Minggu, 10 Agustus 2025, menyebabkan banjir bandang di Desa Pasang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Akibatnya, jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Maiwa dan Kecamatan Enrekang, sekaligus akses ke beberapa desa, nyaris putus.
Banjir bandang tersebut membawa material pasir, tanah, dan kayu yang menumpuk di badan jalan. Selain merusak akses transportasi, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada tanaman dan kebun milik warga.
Kepala Desa Pasang, Rustan Arsyad, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sudah melaporkan peristiwa itu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang.
“Saya sudah hubungi langsung Plt BPBD. Tapi dia bilang tidak ada anggaran, disuruh pakai saja ADD karena lagi kolaps,” katanya.
Namun, Rustan menegaskan tidak bisa menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) karena dana tersebut sudah memiliki peruntukan yang jelas. “ADD kami hanya sekitar 600 juta lebih, itu pun 20 persen untuk ketahanan pangan, ditambah untuk stunting, BLT, kebutuhan masyarakat, dan lainnya. Jadi terpaksa saya yang talangi biaya sewa ekskavator untuk mengangkut material yang menutupi jalan,” jelasnya.
Rustan juga meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Enrekang. Ia mengungkapkan, Desa Pasang sudah beberapa kali dilanda bencana, namun belum pernah menerima bantuan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Pasang, kami berharap masalah ini segera ditangani. Apalagi jalan ini adalah akses utama yang menghubungkan beberapa daerah,” tegasnya.
Rustan menambahkan, penyebab mudahnya jalur tersebut terdampak banjir salah satunya karena saluran air di lokasi hanya berupa got kecil di kedua sisi jalan yang memiliki kontur menanjak dan menurun. “Seharusnya di sini dibangun jembatan,” pungkasnya, Selasa (12/8/2025) di lokasi bencana. (Tim Jurnal)














