Enrekang, Jurnaltivi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang terus berupaya menuntaskan permasalahan sampah di Kabupaten Enrekang. Program penanganan dan pengurangan volume sampah telah berjalan, namun di beberapa titik masih ditemukan tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan kenyamanan warga.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah area di belakang Asrama Polisi (Aspol) Enrekang. Di titik ini, sampah berserakan hingga menutupi seluruh bahu jalan. Kondisi tersebut membuat jalan menjadi sepi dan jarang dilalui kendaraan, bahkan nyaris tidak digunakan sama sekali. Selain itu, tumpukan sampah juga menimbulkan bau tak sedap dan kesan kumuh di lingkungan sekitar. Warga setempat menyebut, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya bak atau tempat penampungan sampah di lokasi tersebut.
“Di sini tidak ada tong sampah, makanya orang membuang begitu saja di pinggir jalan. Lama-lama menumpuk dan baunya menyengat,” ujar seorang warga disekitar, Selasa (12/8/2025)
Keluhan serupa juga datang dari warga yang sering melintas di depan Rumah Jabatan (Rujab) Ketua DPRD Enrekang, tepat di samping Rujab Wakil Bupati Enrekang. Di titik ini, tumpukan sampah diduga sudah cukup lama tidak diangkut. Keberadaan sampah tersebut dinilai merusak pemandangan, apalagi lokasinya berada di area pusat kota.
“Sering sekali mi itu sampah menumpuk di situ, ditambah lagi ada gundukan tanah. Jadi setiap saya lewat di situ, pemandangannya begitu-begitu saja. Seharusnya dibersihkan terus, apalagi di sekitar itu ada beberapa rumah pejabat,” ungkap seorang warga yang kerap melintas di jalur tersebut, namun enggan disebut identitasnya.
Dari pantauan, hampir sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin terlihat tumpukan karung berisi sampah berjejer di sisi kanan dan kiri jalan. Hingga kini belum ada armada yang mengangkut sampah-sampah tersebut, padahal jalur ini merupakan jalan trans Sulawesi yang ramai dilalui kendaraan.
Meski program pemerintah daerah dalam mengurai masalah sampah sudah berjalan, warga berharap Pemkab Enrekang dapat lebih memperhatikan titik-titik penumpukan yang mencolok, menyediakan sarana penampungan sampah, serta mengatur jadwal pengangkutan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan kota bisa menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke Enrekang. (Tim Jurnal)














