BeritaHallo PolisiNasionalSorotan

Bupati Gowa : Jaga Kedamaian Di Gowa

621
×

Bupati Gowa : Jaga Kedamaian Di Gowa

Sebarkan artikel ini

Deklarasi Gowa Damai Tolak Demonstrasi Anarkid

JURNALTIVI.COM, GOWA – Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat mulai dari instansi pemerintah, TNI, Polri, Partai Politik, Ormas berkumpul di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Selasa (2/9), ikrarkan persatuan dan damai di Kabupaten Gowa, Sulsel.

Ratusan masyarakat berbagai elemen Pemerintah, TNI, Polri, Partai Politik, Ormas, Tokoh Agama, Kepemudaan Berikrar Jaga Kedamaian Di Bumi Gowa Bersejarah. ( Foto : Jurnaltivi.com ) 

Bupati Gowa, Husniah Talenrang menyerukan pesan persatuan kepada masyarakat Gowa menyusul kondisi yang terjadi secara nasional beberapa hari terakhir.

” Bahwa kedamaian adalah modal terbesar Gowa untuk terus tumbuh maju dan menjadi rumah yang aman bagi semua warganya.” Tegasnya dihadapan peserta Deklarasi Gowa Damai Tolak Demonstrasi Anakrkis.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama menjaga keamanan, kedamaian, dan persaudaraan di Kabupaten Gowa.

“Tanpa keamanan tidak ada pembangunan, tanpa kedamaian tidak ada kesejahteraan, dan tanpa persaudaraan tidak ada kekuatan.” Ucap Bupati Gowa Talenrang.

Lalu dirinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat, dinamika sosial saat ini menuntut kewaspadaan kolektif. Cepatnya arus informasi, maraknya provokasi dan berita palsu, serta potensi gesekan di masyarakat harus disikapi dengan kesabaran dan pengendalian diri.

Dimana Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjutnya, telah mengambil langkah nyata melalui dialog dengan pemuda dan mahasiswa, doa dan dzikir bersama, serta penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak

Lanjutnya, ia tidak ingin Gowa menjadi halaman berikutnya dalam buku tragedi bangsa. Karena itu, pilih jalan qdialog, spiritualitas, dan kepedulian sosial sebagai benteng agar kedamaian tetap terjaga.

Bupati juga menyinggung pelajaran pahit dari berbagai peristiwa kekerasan di sejumlah daerah yang menimbulkan kerugian materi maupun korban jiwa. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional, namun harus dilaksanakan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.

” Masyarakat Gowa memiliki warisan budaya luhur yang harus dijadikan pegangan. Nilai-nilai sipakatau, sipakalabbiri, dan sipakainga telah lama menjadi perekat kebersamaan. Demikian pula ajaran leluhur yang mengingatkan bahwa masyarakat Gowa tegak karena bersatu dan saling menopang.” Pesan Bupati Gowa.

Talenrang mengatakan, jangan biarkan api kekerasan dan brutalitas singgah di tanah ini. Biarlah Gowa dikenang sebagai negeri persaudaraan, di mana perbedaan dipeluk, bukan dipertentangkan..

“Gowa adalah rumah kita bersama. Rumah ini akan kuat bila bahunya rapat, lisannya teduh, dan tangannya saling menolong. Mari bersatu untuk membangun Gowa lebih maju.” Bupati Gowa mengingatkan.

Deklarasi Damai ini menghasilkan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, menjaga fasilitas publik, mengutamakan dialog dalam penyelesaian perbedaan, serta merawat persatuan dengan semangat kebersamaan.

Dalam Deklarasi Gowa Damai Tolak Demonstrasi Anarkis, 8 perwakilan dari elemen masyarakat menyampaikan orasinya untuk mendukung Deklarasi Damai ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *