Enrekang, Jurnaltivi.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Aldi Oktafia (17), pelajar SMA MBS Enrekang, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Saddang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, setelah tiga hari pencarian. Korban ditemukan pada Sabtu (11/10/2025) pagi di sekitar area pertambangan Desa Pinang, Kecamatan Cendana.
Koordinator pencarian dari Basarnas Parepare, Agus Salim, membenarkan penemuan tersebut. “Iya betul, korban telah kami temukan dan evakuasi,” ujar Agus saat dikonfirmasi.
Agus menjelaskan, jenazah Aldi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 09.30 Wita. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari titik tempat korban pertama kali dilaporkan hilang.
“Kami menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 09.30 pagi. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari titik korban dilaporkan hilang,” kata Agus Salim, Sabtu (11/10/2025) sambungnya.
Dia merinci operasi pencarian melibatkan, Pos Unit Siaga SAR Parepare, Kodim Enrekang, Polres Enrekang, Polsek Enrekang, SAR Brimob Parepare, BPBD Enrekang, dinas Sosial/Tagana Enrekang, Damkar Enrekang, BAZNAS Enrekang, Gempa Enrekang, SAR Pinrang, SAR UNM, serta masyarakat setempat, “pungkasnya.
Kecelakaan yang merenggut nyawa Aldi terjadi tiga hari sebelumnya, pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 11.30 Wita. Peristiwa itu berlangsung di Sungai Saddang, tepatnya di Jalan Swiss, Kelurahan Juppandang, Kabupaten Enrekang.
Saat itu, Aldi diduga tenggelam saat mandi di sungai bersama dengan teman-temannya.
Setelah ditemukan, jenazah Aldi dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Massenrempulu Enrekang untuk proses lebih lanjut.
Usai proses evakuasi, jenazah Aldi dishalatkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah. Masjid ini berdampingan dengan Panti Asuhan Ridha Muhammadiyah, tempat Aldi tinggal selama ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aldi Oktafia merupakan pelajar yang tinggal di Panti Asuhan Ridha Muhammadiyah di Kota Enrekang. Ia berasal dari Desa Mandalan, Kecamatan Curio.
Jenazah kemudian dibawa ke kampung halamannya di Desa Mandalan, Kecamatan Curio, untuk dimakamkan. Proses pengantaran dan pemakaman jenazah dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta warga setempat yang telah berjaga sejak Kamis malam.
Latar belakang keluarganya juga diketahui. Ibunya, Hasnawati (41), disebut menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia akibat tersengat listrik ketika Aldi masih kecil. (Tim/JTV)



















