Prof. Dr. Risma Niswaty melanjutkan bila momentum ini menjadi jembatan generasi. Delapan dekade pengalaman, delapan dekade ini adalah jembatan yang menghubungkan generasi dari para pendiri yang berjuang dengan senjata seadanya, hingga generasi modern yang dilengkapi teknologi canggih.
“Setiap generasi membawa pengabdiannya sendiri, tantangannya sendiri, keberhasilan yang membanggakan, dan ya, juga kegagalan yang mengajarkan. Warisan kolektif inilah yang menjadi pondasi kekuatan Brimob hari ini,”ungkapnya.
Adapun Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan S.I.K., M.H menuturkan, melalui momentum ini untuk meningkatkan pemahaman dan kekompakan internal seluruh peserta sarasehan, baik dari jajaran pimpinan maupun anggota, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan fungsi Brimob dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Kegiatan ini juga, lanjut Dansat guna memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan semangat korps Bhayangkara Brimob.
“Penyamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas melalui diskusi dan sesi tanya jawab, tercapai kesepahaman terkait pelaksanaan tugas pokok Brimob dalam menghadapi situasi kontinjensi, pengamanan unjuk rasa, penanggulangan terorisme, serta bencana alam,” ujar Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan.


















