Enrekang, Jurnaltivi.com – Genap satu tahun sudah pasangan H. Muh. Yusuf Ritangnga dan Andi Tenri Liwang La Tinro memimpin Kabupaten Enrekang. Selama periode tersebut, berbagai program strategis telah dilaksanakan, mulai dari pengentasan pengangguran hingga peningkatan layanan kesehatan di Bumi Massenrempulu.
Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di sektor Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, capaian membanggakan berhasil diraih.
Di tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Enrekang menerima penghargaan sebagai kabupaten terbaik se-Sulawesi Selatan untuk kategori Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2024 dengan capaian fantastis sebesar 1,51 persen,” ungkap Yusuf Ritangnga, Sabtu (21/2/2026) saat memaparkan kinerja satu tahun terakhir.
Tidak hanya itu, berbagai intervensi juga dilakukan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Program yang berjalan meliputi rehabilitasi sekolah di kawasan transmigrasi, penyaluran bantuan keuangan, serta penyediaan sarana dan peralatan penunjang bagi pelaku UMKM. Di sisi lain, pemerintah daerah juga memastikan perlindungan bagi para pekerja dengan memberikan kepastian iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Non-ASN, petugas keamanan, dan pekerja rentan.
Perlindungan sosial di sektor ketenagakerjaan dan kesehatan menjadi prioritas. Kami menjamin adanya santunan dan beasiswa bagi anggota keluarga apabila ada pekerja rentan yang meninggal dunia. Cakupan ini akan terus kami tingkatkan ke depannya,” tambahnya.
Di bidang kesehatan, jaminan layanan bagi seluruh warga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah disebut telah siap dengan skema Universal Health Coverage (UHC), sehingga warga yang membutuhkan pengobatan dapat terlayani dengan baik. Atas komitmen ini, Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Muh. Yusuf berhasil meraih UHC Awards 2026 kategori Madya yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Pembenahan juga dilakukan di Rumah Sakit Daerah Massenrempulu. Dalam setahun terakhir, sejumlah pembangunan infrastruktur kesehatan strategis telah dimulai, antara lain pembangunan Gedung Cath-Lab untuk pelayanan jantung serta rehabilitasi Gedung PICU (Pediatric Intensive Care Unit).
Pelayanan di rumah sakit kini perlahan-lahan mulai membaik. Antrean untuk pengambilan obat dan jam periksa dokter sudah mulai terurai, serta ketersediaan obat sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” jelas Bupati.
Pihaknya juga mencatat pencapaian Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Massenrempulu telah mencapai 60 persen. Lebih membanggakan lagi, RSUD Massenrempulu ditetapkan sebagai lokus pembangunan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan fasilitas Cytotoxic Drug Safety Cabinet yang direncanakan berjalan pada tahun 2026 mendatang. (Tim/JTV)



















