Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil guna memastikan keselamatan mereka di tengah kondisi banjir yang masih merendam kawasan permukiman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa seluruh personel dan peralatan telah dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi.
“Kami telah membagi tim ke dalam beberapa sektor agar penanganan bisa lebih cepat dan efektif. Fokus utama kami adalah mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya untuk memastikan keselamatan warga terdampak banjir,” ujar Muhammad Arif
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa terdapat beberapa titik yang terdampak cukup parah pada tahun 2026 ini.
“Ada beberapa titik yang memang terdampak banjir cukup parah saat ini. Kami juga terus mengupayakan koordinasi dengan pemerintah setempat agar dapat membantu melakukan pendekatan kepada masyarakat, karena masih ada warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum ingin dievakuasi,” jelas Andi sultan

















