Berita

Proyek Drainase di Desa Lebang Enrekang, Warga: Anggaran Menumpuk tapi Gak Pernah Beres

875
×

Proyek Drainase di Desa Lebang Enrekang, Warga: Anggaran Menumpuk tapi Gak Pernah Beres

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Proyek infrastruktur yang bersumber dari anggaran dana desa di Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mendadak jadi sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan drainase di Dusun Lebang dinilai tidak efektif dan diduga menjadi ajang pemborosan anggaran yang berulang kali terjadi.

Seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan mengungkapkan kekesalannya. Ia menduga proyek di titik yang sama sudah dianggarkan berulang kali, namun hasilnya tak pernah tuntas.

Kalau saya tidak salah, sudah empat kali dianggarkan pada titik yang sama, tapi tidak pernah selesai,” keluhnya kepada Tim JTV saat ditemui, Selasa (3/3/2026).

Warga tersebut merinci, pembangunan drainase di lokasi setidaknya sudah dua kali masuk anggaran. Indikasi pengulangan pekerjaan ini terlihat jelas secara fisik di lapangan. “Kalau tidak percaya, coba cek langsung ke lokasi. Kelihatan sekali sambungan tanggulnya,” ujarnya.

Tak hanya pembangunan tanggul, ia menyebut pengerukan menggunakan alat berat ekskavator juga sudah dua kali dianggarkan. Namun, hasil kerjanya sia-sia karena hanya bertahan sebentar.

Baru satu kali datang banjir, langsung tertimbun lagi. Ini benar-benar mubazir. Dana desa yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat malah habis untuk proyek yang tidak jelas. Setahu saya anggarannya juga sudah dicairkan atau terbayarkan,” tuturnya sembari menggelengkan kepala.

Warga itu juga menyoroti aspek teknis pengerjaan yang dinilai keliru. Menurutnya, pengerukan seharusnya dimulai dari bagian hilir yang bermuara ke Sungai Saddang. Namun di lapangan, ekskavator hanya mengeruk dari dekker antara Dusun Lebang dan Bissakan hingga ke bagian tengah, tanpa diteruskan ke hilir. Akibatnya, air hanya tergenang.

Jadinya seperti kolam-kolam cekdam. Sekali datang banjir, langsung timbun lagi,” jelasnya.

Selain itu, kedalaman galian pondasi juga dinilai tak sesuai spesifikasi, yang menyebabkan sebagian tanggul di lokasi mengalami kerusakan. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan warga terkait pengelolaan keuangan desa.

Pekerjaan ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam pengelolaan dana desa, apalagi anggarannya sudah bertumpuk,” tegasnya.

Publik berharap aparat penegak hukum atau inspektorat segera turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas penuh dalam pengelolaan dana desa.

Kami ingin keadilan. Kami ingin dana desa digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang,” tandasnya.

Warga menilai Desa Lebang sebenarnya punya potensi besar untuk maju. Namun, pengelolaan dana yang tidak transparan dan akuntabel dikhawatirkan bakal menghambat laju pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pantauan di lokasi juga memperlihatkan fenomena yang cukup mencolok, yakni adanya bangunan jembatan dan deker berdampingan melintang di jalan poros desa tersebut. Kondisi ini diduga semakin menguatkan penilaian warga bahwa pembangunan di desa tersebut terkesan mubazir dan berpotensi membuang anggaran. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *