“Kalau begitu, kita harus meningkatkan SDM, terutama untuk menekan kemiskinan agar tidak menjadi penghambat kemajuan Gowa,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui gerakan “Gowa Maju” dengan fokus pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mampu melampaui rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional.
Ekonomi Gowa mencatat lonjakan tajam pada tahun 2025 yakni 7,04 persen melampaui capaian Sulsel 5,43 persen dan nasional 5,11 persen.
Tingkat kemiskinan Kabupaten Gowa secara konsisten berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2021-2025.
Setelah sempat mengalami fluktuasi pasca-pandemi (2022-2023), angka kemiskinan Gowa menunjukkan tren penurunan tajam dari 7,42 persen (2023) menjadi 6,64 persen pada tahun 2025.
Penurunan sebesar 0,78 poin persentase dalam dua tahun terakhir (2023-2025) menunjukkan bahwa program intervensi mulai menunjukkan dampak nyata dan terkonvergensi dengan baik.Sementara itu, Prof Muhaemin Latif mengungkapkan bahwa di Gowa terdapat sekitar 1.000 keluarga miskin ekstrem. Namun, ia menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi semata.


















