Diklat Anjungan Provinsi Sulawesi Barat juga selalu merencanakan program dan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan pendidikan tapi tetap dengan pakem standar tradisional alat musik Rawana Mandar tersebut, jadi proses pembelajaran Diklat musik akan selalu menyenangkan tapi tetap berjalan sesuai dengan standar proses pakem tradisional khas musik tradisional Mandar. Kegiatan ini selaras dengan program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka khususnya untuk membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkarakter.
Pelatih Diklat Musik Anjungan Sulawesi Barat, Nawir mengemukakan, Rawana Mandar sering dikolaborasikan dengan instrumen lain, membentuk ansambel musik khas Sulawesi Barat.
“Rawana Mandar merupakan salah satu warisan budaya Sulawesi Barat yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlanjutannya agar generasi muda tetap bisa mempelajari dan menikmati keunikan irama khas musik tradisional dari setiap harmonisasi irama tersebut di masa mendatang,” ucapnya. (**)


















